Sabtu, 29 Oktober 2011

Permainan Tradisional Sunda

Jadi pengen rewrite mengenai permainan tradisional indonesia di website http://www.dolanantradisional.net23.net. Website ini dibuat waktu jaman-jamannya SMA kelas 3 untuk tugas pelajaran TIK.
Untuk kali ini, kita bahas permainan dari Sunda dulu. Sebenarnya ga murni permainan dari Sunda karena banyak permainan di setiap daerah yang teknik bermainnya sama, yang berbeda adalah nama, lagu, dan beberapa aturannya.

Beberapa permainan itu adalah:
1. Oray-orayan
Permainan ini dimainkan beberapa anak perempuan maupun laki-laki di lapangan terbuka. Para pemain saling memegang ujung baju bagian belakang teman depannya untuk membentuk barisan panjang. Pemain terdepan berusaha menangkap pemain yang paling belakang yang akan menghindar, sehingga barisan bergerak meliuk-liuk seperti ular, tetapi barisan itu tidak boleh terputus. Sambil bermain, pemain melantunkan lagu (kawih):

Oray-orayan
Luar leor mapay sawah
Tong ka sawah
Parena keur sedeng beukah
Oray-orayan
Luar leor mapay leuwi
Tong ka leuwi
Di leuwi loba nu mandi
Oray-orayan
Oray naon, oray bungka, bungka naon, bungka laut,
Laut naon, laut dipa, dipa naon, dipandeuriii..

2. Sondah / Engkle
Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak perempuan. Pola gambar berbentuk kotak-kotak dibuat di tanah. Setiap pemain memegang sebuah batu kerikil (bisa yang lain) yang kemudian dilemparkan ke dalam kotak itu sesuai levelnya. Pemain melompat-lompat dengan 1 kaki dari 1 kotak ke kotak berikutnya. Kotak yang berisi batu kerikil tidak boleh diinjak. Pemain dinyatakan kalah jika menginjak garis kotak atau bagian luar kotak.


3. Perepet Jengkol
Permainan ini dilakukan oleh 3-4 anak perempuan atau lelaki. Pemain berdiri saling membelakangi, berpegangan tangan, dan salah satu kaki saling berkaitan di arah belakang. Dengan berdiri dengan sebelah kaki, pemain harus menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh, sambil bergerak berputar ke arah kiri atau kanan menuruti aba-aba si “dalang”, yang bertepuk tangan sambil melantunkan lagu (kawih).
Perepet jengkol jajahean.. Kadempet kohkol jejeretean…
Tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah dalam permainan ini. Jadi, jenis permainan ini hanya dimainkan untuk bersenang-senang pada saat terang bulan.

4. Gatrik
Permainan dimainkan oleh 2 orang atau 2 regu yang beranggotakan beberapa orang.
Alat yang dimainkan adalah tongkat pemukul terbuat dari kayu dan potongan kayu sepanjang seperempat tongkat pemukul, yang biasa disebut “anak gatrik”. Anak gatrik diletakkan di lubang miring dan sempit dengan setengah panjangnya menyembul di permukaan tanah. Ujung anak gatrik dipukul dengan tongkat pemukul. Anak gatrik kembali dipukul sejauh-jauhnya ketika terlontar ke udara. Bila anak gatrik tertangkap lawan, pemain dinyatakan kalah. Bila tidak tertangkap, jarak antara lubang dan tempat jatuhnya dihitung untuk menentukan pemenangnya.

5. Ucing Sumput
    Permainan ini dimainkan minimal 2 orang, lebih banyak orang lebih seru. Cara bermainnya sederhana, permainan dimulai dengan cara hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi ‘kucing’. Sang kucing menutup mata atau berbalik menghadap tembok atau pohon sambil menghitung dari 1 sampai 20 (bahkan ada yang sampai 100).
  Sementara hitungan berjalan, teman yang lainnya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan selesai, si kucing harus mencari teman temannya yang bersembunyi. Jika ia menemukan temannya maka ia harus menyebutkan namanya sambil menepukkan (menyentuh) tanganya ke tembok tempat ia berbalik dan memejamkan mata. Nah, ketika si kucing meninggal kan tempatnya untuk mencari teman teman lain yg bersembunyi, teman yang bersembunyi boleh menyentuh tempat tersebut, dan bebas lah teman teman yang sudah ditemukan. Maka, si kucing harus mengulangi dari awal, mulai menghitung kembali, lalu mencari teman temannya lagi yang bersembunyi.
   Dalam permainan ini ada istilah yang dinamakan ‘Kebakaran’, yang dimaksud disini adalah apabila sang kucing menemukan temannya yang bersembunyi tapi salah menyebutkan nama temannya, sehingga temannya tadi boleh bersembunyi kembali di tempat yang lain.

6. Adu langlayangan
Permainan layang-layang juga dikenal dengan nama wau. Wau merupakan satu aktivititas menerbangkan layang-layang tersebut di udara. Pada musim kemarau di Indonesia anak-anak selalu bermain layang-layang karena anginnya besar.








7. Paciwit-ciwit Lutung
Permainan ini dilakukan oleh 3-4 orang anak, baik anak perempuan maupun lelaki. Setiap pemain berusaha saling mendahului mencubit (nyiwit) punggung tangan di urutan teratas sambil melantunkan kawih (nyanyian):


Paciwit-ciwit lutung,
Si Lutung pindah ka tungtung,

Paciwit-ciwit lutung,

Si Lutung pindah ka tungtung.




Pada umumnya, tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah. Jadi, jenis permainan ini semata-mata dilakukan hanya untuk bersenang-senang dan mengisi waktu pada malam terang bulan.


8. Jajangkungan
Permainan Jajangkungan dimainkan dengan sepasang tongkat atau galah, yang terbuat dari kayu atau bambu. Tumpuan untuk pijakan kaki dibuat pada ketinggian 30-60 cm dari ujung bawah tongkat. Beberapa orang pemain dapat serentak memainkannya bersama-sama.
Permainan ini biasa digabungkan dengan jenis permainan lain, seperti adu lari atau sepak bola. Ada kalanya, penilaian hanya pada adu ketahanan berjalan di atas jajangkungan sambil saling menendang kaki jajangkungan lawan bermain. Pemain yang terjatuh dinyatakan kalah.

Permainan lainnya adalah:
9.   Galah Asin
10. Hayam-hayaman
11. Silanglang
12. Bekel / Beklen
13. Gandong Buyung
14. Bulan Tok
15. Damdas
16. Gebokan
17. Alung Karet
18. Kukudaan
19. Dampu
20. Siki Karet
21. Ucang-ucang Angge
22. Karinding
23. Congklak
24. Ucing Udag
25. Ucing Benteng
26. Ucing-ucingan
27. Utik
28. Ja-Leu-Leu
29. Gasing

Nah, itu tadi sekian banyak nama permainan tradisional dari daerah Sunda. Pasti banyak kesamaan teknik bermain di daerah lain, namun namanya berbeda. Iya kan? Ayo share nama permainan di daerah mu! ^^

1 komentar:

  1. ternyata banyak banget ya gan permainan tradisionalnya.... semoga tidak punah... dengan adanya permainan modern
    agen tiket online
    jasa iklan massal

    BalasHapus